logo
  • October 4, 2019
  • Berita
  • Comments Off on PENDAPATAN DAERAH DITARGET Rp. 2,8 T

PENDAPATAN DAERAH DITARGET Rp. 2,8 T

Cilacap – Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji melalui Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cilacap tahun anggaran 2020. Penyerahan dilakukan saat rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Cilacap, Kamis(3/10). Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Cilacap Taufik Nurhidayat digelar di ruang rapat lantai II.

                Dalam paparannya, disampaikan rancangan APBD tahun 2020 disesuaikan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Cilacap Tahun 2020. “ Fokus di tahun 2020 untuk percepatan pembangunan ekonomi dan infrastruktur daerah pinggiran dan perbatasan, mulai infrastruktur jalan, infrastruktur ekonomi, dan ini sudah kita sinkronkan dengan prioritas pembangunan nasional, “ kata Wabup.

                Dalam RAPBD Tahun Anggaran 2020, Pendapatan Daerah ditargetkan sebesar 2,8 triliun. Perinciannya dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 600,06 miliar, Dana Perimbangan sebesar Rp. 1,49 triliun, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp. 719,06 miliar.

                Target pendapatan mengalami kenaikan sebesar Rp. 117,59 miliar atau sebesar 4,37 persen, jika dibandingkan dengan target pendapatan di luar Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Provinsi pada APBD Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp. 2,69 triliun.

                Untuk belanja daerah pada RAPBD tahun anggaran 2020 direncanakan sebesar Rp. 2,98 triliun, naik sebesar Rp. 128,39 miliar atau sebessar 4,49 persen pada APBD tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 2,86 triliun. Rencana Belanja Daerah tersebut, terdiri dari belanja langsung sebesar Rp. 1,46 triliun dan belanja tidak langsung sebesar Rp. 1,52 triliun.

                Sedangkan pembiayaan daerah pada pos pengeluaran pembiayaannya dianggarkan sebesar Rp. 26,58 miliar yang akan dialokasikan untuk penyertaan modal kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Dari total rencana penerimaan daerah sebesar Rp. 2,80 triliun, setelah dikurangi dengan belanja dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 3,01 triliun, maka RAPBD Tahun Anggaran 2020 mengalami defisit sebesar Rp. 207,26 miliar.

“ Untuk defisit sebesar Rp. 5,5 persen ini direncanakan akan ditutup dari perkiraan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Tahun Anggaran 2019. Yang utama, RAPBD 2020 ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, “ katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyerahkan RAPBD kepada pimpinan Rapat Paripurna.

Usai pelaksanaan Rapat Paripurna penyampaian Raperda APBD 2020, dengan masih dipimpin Ketua DPRD Cilacap Taufik Nurhidayat dilanjutkan dengan RFapat Paripurna pembentukan Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Cilacap dan Pimpinan Pansus I DPRD Cilacap.

                Pansus I DPRD Cilacap ini akan membahas terkait dengan Tatib DPRD Cilacap. Pansus ini diketua oleh Taufik Urrokhman dari fraksi PPP dan Wakil Ketua Arif Junaedi dari Fraksi PDI Perjuangan.


%d bloggers like this: